Sejarah

Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta saat ini memiliki satu Program Studi yaitu Agrobisnis (Program Studi Agrobisnis UMY). Sebagai bagian dari Fakultas Pertanian UMY, Program Studi Agrobisnis memiliki tanggung jawab dalam mengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), membekali kemampuan lulusan Sarjana Pertanian dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat tani, seperti tersurat dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa sebagai pengguna jasa pendidikan yang diselenggarakan oleh Program Studi Agrobisnis UMY memiliki hak untuk mengembangkan diri agar siap memasuki dunia kerja. Terkait dengan hal tersebut, maka secara umum tujuan pendidikan di Program Studi Agrobisnis UMY adalah untuk menghasilkan sarjana Agrobisnis yang memiliki kompetensi keilmuan dan mampu mengembangkan agribisnis secara mandiri, mengelola sumberdaya agribisnis, menganalisa permasalahan, menyusun perencanaan dan mengembangkan masyarakat pertanian. Pencapaian tujuan pendidikan di Program Studi Agrobisnis UMY diharapkan dapat terwujud, salah satunya melalui program peningkatan proses pembelajaran yaitu dengan perbaikan kurikulum berbasis kompetensi.

Hasil survey terhadap kebutuhan pasar kerja menunjukan bahwa tenaga kerja pertanian yang diperlukan adalah yang: (1) memiliki kemampuan mengidentifikasi, menganalisis dan memberikan alternatif permasalahan, (2) terampil dan siap bekerja dilapangan, (3) menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, (4) berjiwa inovatif, dan (5) memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Tingginya harapan dunia kerja terhadap kemampuan lulusan mahasiswa pertanian maka PS Agrobisnis UMY harus memiliki berbagai program penunjang kurikulum disamping perbaikan kurikulum yang sudah dilaksanakan.

Terkait dengan hal tersebut, maka Program Studi Agrobisnis UMY membentuk sebuah Lembaga Pengembangan Agribisnis yang diberi nama Inkubator Agribisnis (Inbis). Inkubator Agribisnis berfungsi untuk menginkubasi calon lulusan sarjana pertanian dan masyarakat luas agar siap memasuki dunia kerja. Blue Print tentang pembentukan dan tujuan Inkubator Agribisnis ini diperlukan sebagai pedoman operasional dan kedudukan lembaga di UMY. Program Studi Agrobisnis UMY merupakan salah satu Program Studi yang berhasil menerima program Hibah A2 dari DIRJEN DIKTI, Departemen Pendidikan Nasional tahun 2006 – 2008. Pada tahun kedua (2007) dalam rangkaian Program Hibah A2, PS Agrobisnis UMY menitikberatkan pada program Peningkatan Kualitas Kinerja Akademik dalam Menunjang Efisiensi Internal. 

Penentuan Program tersebut dilatarbelakangi dari hasil evaluasi diri Program Studi Agrobisnis UMY yang akhirnya memunculkan beberapa prioritas program pengembangan. Program pengembangan tersebut adalah: (1) pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, (2) peningkatan kualitas profesionalisme dosen, (3) peningkatan kualitas layanan administrasi akademik dan (4) peningkatan kualitas input dan proses pembelajaran. Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi masalah terkait dengan belum sesuainya kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Hal tersebut ditunjukan dari banyaknya lulusan yang belum bekerja, rendahnya kemampuan berbahasa Inggris, lamanya masa tunggu lulusan, dan gaji pertama yang rendah. Tahapan yang dilakukan dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi adalah: (1) penyusunan, implementasi dan evaluasi kurikulum dan (2) pengembangan Inkubator Agribisnis.

Inkubator Agribisnis atau disingkat INBIS, merupakan institusi dibawah Program Studi Agribisnis UMY yang didirikan sebagai upaya memberikan pendampingan dan sarana pelatihan bagi mahasiswa dan lulusan Prodi Agribisnis dalam menjalankan bisnisnya di bidang pertanian. Sejarah lahirnya INBIS sudah terbilang cukup lama dan mengalami pasang surut kegiatan/aktivitas seiring dinamika yang terjadi di Prodi Agribisnis.

Tahun ketiga (2008) dalam rangkaian program Hibah A2, Program Studi Agrobisnis UMY melakukan program tindak lanjut yaitu mengaktifkan Inkubator Agribisnis dengan operasionalisasi kegiatan inkubator melalui pelatihan dan perintisan kegiatan usaha yang melibatkan mahasiswa. Perintisan kegiatan usaha tersebut dikaitkan dengan pendalaman mata kuliah Kewirausahaan dan Aplikasi Agribisnis.

Operasionalisasi kegiatan Inkubator Agribisnis dimulai dengan penyusunan rencana kegiatan bisnis oleh tim Inkubator bekerjasama dengan dosen pengampu mata kuliah, sosialisasi kepada mahasiswa yang berminat terlibat dalam kegiatan, pelatihan dan persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Dengan berjalannya waktu, akhirnya Program Studi Agrobisnis UMY berhasil membentuk kegiatan usaha yang diberi nama Agrimart UMY dan mulai beroperasi pada tanggal 31 Januari 2009.